Seperti pada malam" sebelumnya, saya tidur sambil membaca doa. Entah karena saya sedang kurang fit atau kelelahan, saya tertidur dengan mudah (biasanya butuh waktu ½ - 1 jam). Dan entah bagaimana, pada malam tadi saya bermimpi, saya termasuk orang yang jarang mendapat mimpi.
Dalam mimpi saya tersebut, saya sedang liburan dengan teman" beserta beberapa orang yang tidak saya kenal. Saya pergi berlibur dengan menggunakan kapal ferry (kapal yang cukup besar menampung banyak orang). Saya tidak begitu memperhatikan tujuan liburan saya dalam mimpi tersebut. Saya ingat dalam mimpi, kejadian tersebut terjadi pada siang hari.
Kami beserta anggota lain dengan semangat akan pergi berlibur, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi nantinya. Saya pun bercengkrama dengan teman" saya. Saya ingat sedang bercanda dan mengobrol dekat kolam renang di atas kapal tersebut. Ketika sedang asyik bercanda, tiba" saya melihat ada ombak tinggi ke arah kapal, saya pun berteriak. Dan kapal tanpa sengaja menabrak sesuatu yang keras. Saya melihat ke samping, kami berada di suatu tempat yang di mana air laut berubah menjadi es (atau memang air lautnya berbentuk es). Yang saya lihat, air laut yang berbentuk es tersebut tidak sepenuhnya beku. Masih dapat terlihat gumpalan" udara di dalam es.
Sebelum saya mencegah orang" turun dari kapal, mereka sudah tiba di hamparan es di depan kami. Mereka malah bermain" dengan es tersebut tanpa meneliti dahulu. Teman" saya tanpa sadar juga ikut turun ke hamparan es tersebut dengan menarik saya. Saya berusaha tenang saat turun ke hamparan itu walau saya tahu sedang dalam bahaya. Melihat teman" senang, saya pun lupa memberitahu apa yang saya lihat & sadari. Tiba" terdengar suara retakan es, 'craaack' . Semua orang langsung berlarian ke arah kapal, teman" saya langsung menarik saya ketika saya berusaha melihat di mana sumber bunyi itu. Ada bagian yang retak, di atas bagian yang retak ada beberapa orang sedang bermain. Cukup banyak orang yang masih di bawah kapal, mereka tidak mampu menaiki kapal karena es dengan cepat berubah menjadi air. Setiba di kapal, saya tidak dapat melihat apakah orang" tersebut berhasil menyelamatkan diri. Semua orang panik, menangis, berteriak masuk ke dalam dek kapal. Saya berusaha berteriak menenangkan, saya sadari suara saya tidak terdengar. Saya pun berlari ke dalam dan berpapasan dengan orang kapal (saya tidak tahu beliau masinis atau pelayan atau bagian apa, yang jelas menggunakan pakaian pelaut), beliau membantu saya berteriak menenangkan.
Entah bagaimana caranya, kapal tersebut kembali berlayar. Kami (saya dan teman") tidak seceria ketika kami masuk kapal pertama kali. Kami berkumpul bersama dengan beberapa orang di dekat kolam renang kapal. Saya tidak tahu kapal tersebut akan menuju ke mana. Yang saya tahu, masih ada jalan sulit yang akan dilalui.
Setelah beberapa lama, tiba lah kami di suatu goa besar di laut. Karena kami kekurangan air minum, beberapa di antara kami memutuskan untuk turun ke goa tersebut, untuk melihat adakah sumber air yang dapat diambil. Mungkin karena semua orang merasa bosan di atas kapal, banyak yang ikut turun ke goa tersebut termasuk saya yang sebenarnya penasaran kenapa ada goa di tengah laut. Masuklah kami ke dalam goa yang cukup besar namun gelap. Ada beberapa sumber air, beberapa orang sudah mengambil air tersebut dan meminumnya. Saya pun diberi sebotol air dari teman saya. Dengan cepat saya meminumnya karena tidak ada air lagi di atas kapal (saya juga tidak mengerti bagaimana air di atas kapal bisa habis begitu saja). Setelah minum, saya melihat ke dalam botol airnya jernih sekali. Cukup lama kami berada di dalam goa, ada yang masih bermain" dengan air. Saya sendiri melihat" keseluruhan goa, goa tersebut terbentuk dari batu karang yang sepertinya selalu terkena ombak sehingga membentuk goa besar. Ketika merasa sudah cukup melihat, saya memutuskan untuk mengambil botol minum dan naik ke kapal. Namun, ketika mengambil botol minum, saya merasa ada yang janggal, botol minum saya terisi air yang sangat kotor. Saat itu, tanpa saya sadari saya memuntahkan apa yang tadi sudah saya minum. Saya pun kaget, air yang tadinya jernih berubah menjadi air keruh dan banyak lumut. Lalu, saya mengajak semua orang untuk naik ke kapal kembali tanpa menceritakan kejadian air tersebut. Setiba di kapal, saya ingin menemui seseorang namun saya tidak tahu siapa yang harus saya temui. Saya berjalan masuk menuju kamar, sedangkan teman" memilih untuk tetap duduk di tepi kolam renang. Di perjalanan saya menuju kamar, saya bertemu dengan seorang laki" mengenakan pakaian pelaut hitam putih dan beliau memiliki jenggot (brewok) putih. Beliau berkata kepada saya sambil tersenyum dan menggenggam tangan saya, 'berdoa lah dan percaya lah'. Beliau berjalan melewati saya. Saya pun sempat bingung, saya langsung kembali ke luar kapal. Saya menemui teman" saya dann mengajak mereka berdoa dalam agama mereka masing". Beberapa orang yang melihat kami pun ikut berdoa bersama. Tiba" kapal kami berguncang keras dan saya yang dalam posisi berdoa tidak dapat melihat apa yang terjadi. Saya hanya merasa kapal seperti tersedot ke dalam laut dan saya tidak ingat apa".
Sampai semua kembali tenang, saya membuka mata. Saya melihat sekeliling saya, hanya ada beberapa orang yang masih di kapal bersama saya termasuk teman" saya. Cahaya matahari begitu berkilauan. Kami ditempatkan di suatu tempat seperti ladang atau sawah luas, banyak padi dan alang". Namun, saya menyadari keanehan ketika melihat pemandangan sekeliling saya. Saya melihat ada 2kubu yang mana gravitasi bumi-nya berbeda. Kami berada di posisi di mana matahari terasa dekat dengan kami dan kami dapat berjalan dengan normal. Di 1 sisi lainnya, tidak ada matahari dan posisi berjalan seperti tertidur dari tempat saya melihat. Saya coba menapakkan kaki saya di sisi tersebut (yang tidak terlihat ada matahari), saya tidak memiliki gravitasi bumi. Di sisi itu, saya seperti berjalan menaiki sebuah gunung tanpa kesulitan berpijak. Lalu, saya pun terbangun.
Saya tidak tahu apa arti dari mimpi saya ini. Saya tidak berani menafsirkan arti"nya. Secara pribadi, saya merasa saya diingatkan dan diperingatkan karena saya telah berdosa atau telah melakukan hal yang salah. Saya hanya ingin berbagi, entah apa yang menjadi pikiran kalian (yang membaca blog saya) setelah kalian membaca ini. Saya menuliskan cerita dalam mimpi saya sedetail mungkin & senyata mungkin, tidak saya tambahkan ataupun kurangi. Saya berusaha mengingat keseluruhan mimpi saya, maaf jika ada yang kurang berkenaan.
Tuhan memberkati.♥
Selamat hari Paskah.
24 Apr'11.


